Postingan

Selasa, 14 Juli 2020

Aku Butuh Kamu, Sahabat


Aku Butuh Kamu, Sahabat


Mengingat bahwa Jalan kebaikan tak pernah sepi dari berbagai cobaan. Aku membenarkan bahwa aku tak mampu berjalan sendirian.

Aku butuh kamu di samping ku.
Menasehati ku jika Aku salah berprilaku.
Menuntunku ketika aku salah berpangku.

Aku butuh kamu, sahabat.
Aku tak kan mampu melewati semua masalah yang berliku hanya dengan diam membisu.
Aku butuh semangat dan bimbinganmu.

Kadang kita salah paham akan sesuatu, bertengkar itu hal biasa. Karna aku tau kau ingin yang terbaik untuk ku.

Kita berikhtiar, untuk tetap seperti ini.
Merangkul satu sama lain, di saat satu di antara kita mulai futur di jalan ini.
Mendekap satu sama lain, jika satu di antara kita mengalami masalah.

Satu di antara sekian banyak pintu menuju syurga, salah satunya adalah do'a sahabat Sholeh dan Sholehah ditempat peristirahatan terakhir nanti.

Aku mohon pada mu.
Dan tolong ingat ini baik-baik.
Jika kau tak menemukan aku di syurga nanti, tolong katakan kepada Allah,
"Ya Allah, dia pernah bersamaku dalam majelis ilmu"
"Ya Allah. Dia pernah bersamaku dan kami bersama-sama saling membimbing dalam kebaikan"
"Ya, Allah kami pernah sholat sama-sama di mesjid kampus dulu"
"Ya Allah. Dia adalah sahabatku, aku mohon masukan ia ke syurga bersamaku, Ya Allah. Sesungguhnya engkau lebih mengetahui hal itu dari pada aku".

Senin, 13 Juli 2020

Aku, Sombong?


"Kamu kok sekarang sombong sih, mentang-mentang baru pake hijab kamu gak mau lagi nongkrong sama kita".

"Ihh mentang-mentang baru hijrah kok udah belagu aja ya".

Dan kata-kata lainnya.
Ada gak sih yang pernah dikatain kek gini?...

Setiap perubahan, pasti ada celaan.
Di bilang sombong lah, lebay lah, atau apa pun itu, yang kadang orang yang bilang itu kayak gak sadar bahwa kata-kata mereka itu lah yang berlebihan.
Anggapan mereka akan suatu perbuatan yang baik, layaknya suatu perbuatan yang norak dan lebay.

Tapi bagi teman-teman yang baru hijrah dan memutuskan untuk menjadi baik, itu pilihan yang benar kok.
Kenapa?.

Sebab, saat teman-teman hijrah dari yang tadinya kurang baik, ke arah yang lebih baik. Sebenarnya itu satu tahap yang di benarkan. Bahkan dalam setiap agama gak ada yang memperbolehkan atau melegalkan suatu perbuatan yang buruk menjadi suatu perbuatan yang baik.

 Cuma yaa, manusianya aja yang mengada-adakan penglegalan itu. Semata-mata untuk menunjukan bahwa ini loh yang benar. Padahal salah.

Anggapan bahwa kita adalah manusia yang sombong, itu kurang tepat ditempatkan pada saat kita mulai hijrah.
Membiasakan merubah hal yang buruk itu memang gak sebentar.

Namun gak jadi alasan untuk kita ngeluh akan suatu keadaan. Malah ini lah yang ngebuktiin bahwa teman-teman itu memang benar-benar serius dan ingin konsisten untuk menjadi baik.

Kalau pun gak bisa menjadi baik kayak orang-orang di luar sana. Setidaknya coba mulai dari menjadi baik versi teman-teman. Hamasah!

Berbeda Dari Yang Lain



Perbedaan sering kali menjadi alasan kenapa sulit untuk berubah dan malu untuk mengakui sebuah kebenaran.

Serupa tapi tak sama, kian kali membuat asumsi bahwa tak mungkin sudut pandang perbedaan dapat di ubah. Perbedaan di anggap sebagai alasan, untuk tidak berubah.

Satu stigma atau pandangan orang terhadapnya, di jadikan sebagai acuan bahwa ketidakpantasanlah yang harus di terima. Padahal perubahan tak mesti berpatokan pada penilaian orang. Namun,
Dari apa yang ingin dan telah di usahakan.

Terkait hasil itu tak mesti harus sekarang di nikmati. Sebab, banyak hal di dunia ini yang terjadi dan berkembang di kemudian hari.

Lantas, perbedaan adalah sebagai kecil dari sebuah pembuktian bahwa selayaknya menjadi baik itu berawal dari beda sendiri dari yang lain, hingga terlihat hampir sama. Baik dalam segi berpenampilan atau tingkah laku.

Beda itu biasa.
Yang tidak biasa itu adalah membeda-bedakan.

Inginnya Jadi Kamu



Aku pernah berharap memiliki kesempatan yang sama dengan kesempatan yang kamu miliki. Kesepakatan yang ku langitkan di setiap sujud ku. Keinginan yang ku damba-dambakan akan menjadi kenyataan.

Aku bermimpi menjadi kamu, kamu yang kini sangat sibuk dengan projek-projek melangitmu. Projek-projek yang kau uploud di media sosial mu. Dan satu- persatu menjadi kenyataan.

Aku ingin seperti itu.
Seperti kamu, yang walau di rundung badai kamu tetap berdiri tegak.
Seperti kamu, yang sering terjatuh namun tak pernah berkata mengeluh.
Seperti kamu, walaupun sukses namun tak tersipu dengan hal itu.

Kamu mengajariku arti dari sebuah kesabaran. Kesabaran yang semangkin lama di pupuk, akan semangkin tumbuh dan menumpuk, menjadi tumpukan hasil Kebaikan yang meletup.

Harapan Yang Menunggu


seberapa pun kita terpuruk dalam runtutan masalah hidup, tak mesti membuat kita hanya menyerah. Sebab kita tak sendirian. Masih ada harapan yang menunggu kita. Yakni harapan untuk menengadah kepada  Sang pencipta.

Rintihan tangis dan  curahan masalah-masalah hidup hendaknya kita adukan kepada Allah SWT. Karna Ia tak pernah tidur dan tak pernah bosan menunggu kita untuk bercerita tentang masalah hidup dan harapan yang hendak kita inginkan.

Walaupun sebenarnya Ia tau bahwa kita punya masalah. Namun Ia ingin melihat apakah dengan masalah itu membuat kita semangkin dekat pada-Nya atau malah sebaliknya.

Kita boleh saja membuat sebuah perencanaan yang kita inginkan. Namun ingatlah satu hal, bahwa tak cukup hanya berpangku tangan pada apa yang hendak kita inginkan tanpa ada keterlibatan Allah dalam setiap langkah yang hendak kita ambil.

Sebuah kemustahilan jika ada yang beranggapan bahwa setiap kesuksesannya berasal dari jerih payahnya sendiri. Ini kebohongan yang besar.

Mestinya kita sadar bahwa di sebalik itu pasti ada hal lain yang terlibat. Tapi kita memiliki bungkam akan hal itu. Dan memandang bahwa kitalah yang berperan penting dalam pengwujudan mimpi itu. Namun pada kenyataannya tidak!.

Siapa Cepat, Dia Dapat!



Kalau bahasa dalam perlombaan 'siapa cepat dia dapat'. Jika di plesetkan dalam rumus kehidupan kalimatnya akan berbunyi 'siapa yang berani dia dapat'.

Kira-kira begitulah hidup. Barang siapa yang berani memulai, maka ia berhak Mendapatkannya. Entah itu harta, tahta, maupun jabatan.

Berani memulai sesuatu, berarti pertanda bahwa kita sedang mulai melangkah ke tahap yang lebih tinggi. Tahap di mana semua tantangan akan semangkin kompleks. Tantangan untuk bertahan, tantangan untuk melakukan perlawanan, tantangan untuk harapan dan tantangan-tantangan lain yang siap menerkam siapa saja yang yg ada di depan.

Bukanlah sebuah keputus asaan, bukan pula menyurutkan harapan. Namun inilah permulaan untuk menentukan siapa yang akan bertahan dan pantas menjadi pemenang.

Sabtu, 04 Juli 2020

Kesempatan Untuk Berhasil



"Tugas kita bukan untuk berhasil. Tugas kita adalah untuk mencoba, karna di dalam  mencoba itulah kita menemukan dan belajar membangun kesempatan untuk berhasil". Buya Hamka

Dalam stigma kita telah tertanam bahwa hidup harus berhasil. Namun berbarengan dengan itu pula, kita harus menyadari bahwa di balik keberhasilan pastinya ada sebuah kegagalan. Kegagalan hadir bukan tanpa alasan. Ia hadir untuk menyadarkan semua orang bahwa tak ada yang mudah dalam kehidupan. Tantangan, ujian, polemik dan beban mesti akan berjalan  beriringan dengan harapan untuk sebuah kemenangan. Bukan hanya dalam hal perlombaan, namun juga dalam kehidupan.

Percaya atau tidak, yakin atau tidak, ini sudah pasti akan terjadi. Semua impian hanyalah sebagian kecil dari sebuah ikhtiar. Sedangkan usaha dan doa adalah penentu segalanya. Di nobatkannya seseorang sebagai pemenang atau sebaliknya. Itu bukan hak kita, namun kita pula tak mesti berpasrah diri saja. Karna keputusan ada di tangan kita. Usaha salah satunya.

Ada yang bilang, tak baik jika kita terlalu baik kepada orang lain, hingga kita harus kehilangan apa yang harusnya itu milik kita. Setiap kebaikan mesti akan berbalas kebaikan pula, Begitupun sebaliknya. Percaya dan yakinlah bahwa apapun yang kita usahakan mesti akan ada balasan serupa. Jika bukan saat ini, mungkin nanti. Kalau nanti pun tak kunjung kau dapati, maka Tunggu dan bersabarlah.. karna Allah lebih tau apa yang di kerjakan oleh hamba-Nya.

Dan katakanlah, "bekerjalah kamu. Maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang Mukmin akan melihat pekerjaanmu itu. Dan kamu akan di kembalikan kepada (Allah) yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu di beritakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan". Q.S At-Taubah: 105

Berbaik sangka lah kepada Allah.. sebab, Allah lebih tau apa yang terbaik untuk hamba-Nya. Akan ada balasan yang tepat untuk sesuatu yang tepat.

Saat muslimah mulai jatuh cinta

Cerita Epa Pariyanti, Pertukaran Mahasiswa Merdeka, Angkatan 1

  BERTUKAR SEMENTARA BERMAKNA SELAMANYA (Doc. acara pelepasan mahasiswa PMM dengan menggunakan baju adat daerah m...