Postingan

Kamis, 30 Juli 2020

Efektif dan efesien

Perbedaan Efektif  dan efesien yakni
Efektif di tujukan untuk sesuatu yang dikerjakan sesuai waktu yang di tentukan, namun belum tentu tujuannya tercapai. Nilai plusnya ada pada manajemen waktu yang teratur dan terarah.

Sedangkan efesien di tujukan untuk sesuatu yang di kerjakan dengan Waktu yang tidak banyak. Nilai plusnya yakni tujuannya tercapai.

Kbbi
efi·si·en /éfisién/ a 1 tepat atau sesuai untuk mengerjakan (menghasilkan) sesuatu (dengan tidak membuang-buang waktu, tenaga, biaya); 2 mampu menjalankan tugas dengan tepat dan cermat; berdaya guna; bertepat guna; sangkil;
efektif/efek·tif/ /éféktif/ a 1 ada efeknya (akibatnya, pengaruhnya, kesannya); 2 manjur atau mujarab (tentang obat); 3 dapat membawa hasil; berhasil guna (tentang usaha, tindakan); mangkus; 4 mulai berlaku (tentang undang-undang, peraturan);

Menurut www.//.sainstif.com
Efektif adalah cara mencapai suatu tujuan dengan pemilihan cara yang benar dari beberapa alternatif, kemudian menginplementasikan pekerjaan dengan tepat dengan waktu yang cepat. Efisien adalah cara untuk mencapai suatu tujuan dengan penggunaan sumber daya yang minimal namun hasilnya maksimal.

Kisah teh qonit

Krisis visi
Teh Qonita pernah bilang di salah satu Sekmen podcastnya, kalau dulu sebelum teh Qonita nerbitin buku 'seni tinggal di bumi'. Sebenarnya kalimat yang ada di buku itu adalah kalimat yang di tulis dan di buat konten oleh teh Qonita di ig @qoonita. 

Dengan konten dan tulisan yang di share teh Qonit di akun Ignya tujuan sebagai salah satu kontribusi teh Qonit dalam dakwah lewat konten kreatif . Dan pada saat itu teh Qonit gak kefikiran kalau mau di buat buku. Latar belakang dari pembukuan buku seni tinggal di bumi itu sendiri, di dasairkan dari  Quarter Life Crisis di mana pada saat itu teh Qonita lagi apes banget. 

kenapa di katakan apes, sebab pada saat itu teh Qonit belum punya pekerjaan tetap, sehingga gak punya penghasilan utk membiayai kebutuhan hidup. Pada saat itu teh Qonita punya uang pegangan 3 ratus ribu utk bertahan hidup selama 2 bulan. 

Alhasil teh Qonita harus berusaha keras utk hidup sehemat hematnya. Namun tantangan tidak hanya datang dari problem finansial saja. tantangan bertahap pun tak kalah mengkhawatirkan. 

Pada saat teh Qonit lagi hemat-hematnya, tiba2 ada  tawaran pekerjaan yang gajinya menggiurkan. Tapi apa yang teh Qonit lakukan. di situasi keuangan yg  mencekik, teh Qonit lantas menolak tawaran pekerjaan itu, dengan alasan pertimbangan waktu yang akan terkuras lebih banyak pada pekerjaan itu di banding meneruskan hafalan Qur'an dan dakwah melalui konten di medsosnya. 

Nah, sedangkan teh Qonit punya projek, bahwa ia harus membuat konten atau tulisan di ignya minimal 1 bulan 4 kali. Sehingga pada saat itu teh Qonit lebih memilih kehilangan kesempatan utk bekerja dengan  penghasilan tinggi hanya untuk mengejar projek-projek yang sudah sedari awal ia tekuni. 

Kata teh qonit, untuk apa punya pekerjaan dengan hasil berlimpah kalau harus mengorbankan tujuan hidup. Hidup ini bukan selalu membahas soal uang, iiii kita harus rela berkorban untuk suatu hal yang kita sangat yakin itu akan lebih memberi efek samping  yang berdampak baik bagi kita dan orang lain. Maka di sini penegasannya yakni pada prinsip hidup. Hidup itu harus punya tujuan berupa visi dan misi, sebab walaupun kita memiliki semua hal termasuk keuang yang melimpah, harta yang tak habis Hingga tujuh turunan sekali pun, kalau tetap tak punya tujuan hidup, maka bersiaplah utk hidup seakan mati. 

Dengan tidak punya tujuan hidup, kita akan lebih cenderung hidup untuk memenuhi visi dan misi orang lain. Ia, jika visi dan misi tersebut selaras dengan pemikiran kita. Jika tidak?. Maka selama hidup kita hanya akan menjadi budak pemenuh visi dan misi orang lain.

Sabtu, 25 Juli 2020

Hidup Cuma Sekali


Setiap orang diberi Jatah hidup hanya satu kali. Pertanyaannya Mau di apakan jatah yang cuma sekali ini?..

Jawabannya ada pada diri masing-masing.
Mau di bawa kemana hidup ini, hanya diri sendiri yang tahu. Karna menentukan arah kehidupan adalah urusan diri masing-masing.

Berleha-leha dengan kenyamanan rebahan.
Bersantai-santai dengan amanah.
Bersikap acuh tak acuh pada semua hal.
Atau
Menjadi Sibuk dengan projek-projek kebaikan.
Sibuk dengan ketaatan.
Sibuk dengan perencanaan.

Di manapun posisi kita sekarang.
Siapapun, di manapun kita saat ini.
Yang pasti adalah setiap dari kita cuma punya jatah hidup satu kali.

Jika kau memutuskan untuk memilih, maka pilihlah pilihan yang manjadikan hidupmu lebih baik. Pilihan yang hanya kau putuskan satu kali dan kau berusaha untuk konsisten dalam hal itu.

Bukan sesuatu yang tidak mungkin.
Perubahan akan selalu sejalan dengan keyakinan. Semangkin kuat kepercayaan itu, maka semangkin dekat lah pada keyakinan yang kau yakini akan menjadi ladang pahala, sebagai bekal di akhirat nanti.

Mumpung Masih Hidup



Sejatinya yang hidup akan mengalami yang namanya kematian. Suka atau tidak suka, terima atau tidak, inilah kenyataan dan pasti akan terjadi. Namun sayangnya tidak ada yang tau kapan kematian itu akan datang.

Sama halnya dengan hidup. Hidup di dunia ini adalah salah satu fase di mana manusia selalu bergelut dengan masalah hidup. Baik itu masalah yang timbul dari lingkungan keluarga, lingkungan sahabat ataupun masyarakat.

Hidup yang kita jalani ini hakikatnya hanyalah sebentar dan sewaktu-waktu akan pulang menghadap ilahi. Maka jangan sia-siakan kesempatan hidup di dunia dengan melakukan hal-hal yang kurang baik dan jauh dari kata produktif.

Mumpung masih hidup, ukirlah sebuah sejarah bahwa kau akan dikenang sebagai orang yang memiliki manfaat di lingkunganmu. Bukan tanpa alasan, sebab penciptaan manusia di dunia ini tidak lain hanyalah sebagai Khalifah di muka bumi. Maka kebermanfaatan lah menjadi tujuan utama dalam hidup.

Ketika  kebermanfaatanlah yang lebih dominan di lakukan di banding hal lainnya. maka kau akan lebih banyak di kenal sebagai orang baik, memiliki pengaruh walau kau tak mempengaruhi, serta relasi yang luas untuk memperdalam ilmu, baik ilmu pengetahuan maupun ilmu agama.

Betapa menjadi baik itu sangatlah menenangkan. Di satu sisi kita tak kan di sibukkan dengan hal-hal yang kurang baik, dan di sisi lain kita lebih banyak paham akan sesuatu isu atau permasalahan serta solusi dari permasalahan itu sendiri.

Maka mumpung masih hidup, buatlah sejarah di tangan kita masing-masing. Sejarah yang dapat di kenang dan mempengaruhi orang lain untuk menjadi baik dan produktif.
Jangan biarkan hidup yang cuma sekali ini sebagai tempat pelampiasan penyesalan.

Rabu, 22 Juli 2020

Berharap Keajaiban Datang


Ketika harapan menjulang tinggi. Nasib seakan berkata "inilah takdirmu!".
Berharap akan sesuatu yang tak pasti, ketidakjelasab lah yang akan kau dapati.

Berharap kesalahan yang sama tak terulang kembali. Aku berharap semoga hari ini jauh lebih baik. Hari ini aku berharap tidak mengulangi hal yang sama dengan kesalahan yang sama pula.

Aku bingung ingin berkata apa, melakukan apa dan bagaimana jika hal buruk yang ku takuti menjadikan aku harus menelan diri.

Semangkin aku mempublish diriku di hadapan mereka. Mengizinkan mata ini harus melihat apa yang membuat hati ini semangkin dengki dan gelisah.

Ketakutan yang mengitari ruang sadarku, kian hari, kian tak terkendali.
Akankah aku harus pasrah lagi, meratapi nasib yang kian hari kian menggelisik jiwa dan hati.

Berbisik pada kesunyian diri. Hembusan napas pendek dan hawa panas yang mengitari seluruh badanku, membuatku harus terduduk diam memikirkan nasib yang entah kapan akan ku sadari, bahwa aku butuh sendiri.

Sendiri untuk meratapi apa yang telah ku perbuat, hingga Tuhan memberikan ujian ini padaku.
Sendirian untuk mem-flashback apa-apa yang telah membuat aku harus begini.
Sendiri untuk menangis.
Sendiri untuk mengakui bahwa aku bukan apa-apa dan siapa-siapa di sini.

Harapan Yang ku gaung-gaungkan di setiap hariku. kini harus ku sadari bahwa aku harus kuat. Aku harus belajar menata diri ke arah yang lebih baik lagi.
Allah takkan membebani sesuatu pada seseorang melainkan menurut keanggupannya.

Aku harus yakin, bahwa akan ada mentari yang menyinari bumi setelah malam berganti menjadi pagi hari.
Keyakinannya harus lebih kuat dari egoku.

Untuk kalian yang bernasib sama denganku, ku harap kau kuat dan sabar menghadapi hari ini, besok dan nanti.
Karna ku yakin dan percaya bahwa akan ada keajaiban setelah hari ini.
Semangat!😉

Minggu, 19 Juli 2020

Terima Kasih Orang Baik


Ku ucapkan terima kasih atas uluran bantuanmu untuk saudara-saudara kita yang kesulitan. Uluran tanganmu begitu sigap kau lancarkan ketika musibah datang melanda.

Uluran tangan yang hanya di berikan oleh orang-orang baik hati nan peduli. Kepedulian mu membuat mereka yang berkekurangan, sedikit mulai berkecukupan.

Musibah yang melanda negeri nan elok ini, yang kaya akan kekayaan alamnya, serta pertumbuhan demografi yang signifikan di setiap tahunnya. Namun sayang, kekayaan itu lebih banyak di kelola untuk kepentingan kaum penguasa asing.

Yang harusnya kita sebagai tuan rumah menikmati hasil secara merata, tapi nyatanya hanya merenggut sisa dari mereka.

Ketika bencana datang melanda, Di berbagai wilayah Indonesia. Banyak jiwa yang menunggu uluran tangan orang-orang baik. Ketika longsor, banjir, kebakaran, gempa, hingga angin puting beliung menghancurkan apa yang ada di sekitarnya.

Mereka hanya berharap ada orang baik yang memberi belas kasih atas musibah yang menimpa mereka.

Aku sangat bangga dan kagum pada mereka. Di sisi virus yang merajalela serta himpitan ekonomi, kalian tak pernah berubah. Kalian tetap sama seperti dulu, menjadi orang yang sigap memberi bantuan kepada sesama ketika musibah melanda mereka.

Kami bangga memiliki saudara-saudara seperti kalian.
Tak banyak yang dapat kami berikan sebagai tanda terima kasih. Hanya Do'a dan harapan semoga rezeki yang kalian berikan pada kami, Allah berikan kembali dengan  jumlah yang berlipat ganda.

Semoga keselamatan yang kalian korbankan untuk menjenguk dan mengulurkan bantuan pada kami, semoga Allah balas Dengan memberikan kesehatan dan keselamatan pada kalian di manapun kalian berada. Serta semua pengorbanan kalian, smoga berbalas pahala dan syurga.. Aamiin...

Do'a dan harapan kami agar semangkin banyak orang baik yang bertebaran di muka bumi. Dengan kegiatan-kegiatan kebaikan yang tiada henti mengitari hingga pelosok bumi.

Terima Kasih Orang Baik semoga Allah membalas kebaikanmu.

Terlahir Kurang Beruntung



Sebagian dari kita terlahir beruntung di besarkan di keluarga yang berkecukupan materi, sebagian lainnya terlahir lebih beruntung di beri hati dan tulang yang kuat untuk berusaha sendiri.

Seberapa pun kenikmatan yang telah Allah titipkan pada kita, seharusnya membuat kita lebih bersyukur. Karna masih banyak di luar sana, anak-anak yang terlahir berkekurangan secara finansial dan fisik.

Bersyukurlah, jika hari ini kau masih bisa makan 3 kali sehari, sedang di luar sana ada yang harus meminta-minta di jalan mengharap belas kasihan orang, baru bisa makan.

Bersyukurlah, jika saat ini kau masih memiliki keluarga yang utuh, sedang di luar sana banyak anak-anak yang di besarkan oleh orang tua tunggal, atau bahkan tanpa orang tua.

Bersyukurlah, jika saat ini kau masih bisa bersekolah, sedang anak-anak di luar sana, untuk makan saja mereka kesulitan, apalagi memperoleh pendidikan.

Bersyukurlah, jika saat ini kau masih dapat tidur nyenyak di kasur yang empuk dan punya rumah yang layak tinggal. Sedang di luar sana, alas tidur mereka hanya beralaskan kotak bekas dan rumah mereka adalah alam terbuka. Tanah sebagai lantai, sedang langit sebagai atap.

Betapa nikmat yang harus di syukuri bukan.
Betapa banyak orang di luar sana yang ingin seperti mu. Berharap menikmati sejenak apa yang kini kau dapatkan saja rasanya sudah bahagia. Apalagi bisa menikmatinya sepertimu.

"Maka nikmat Tuhan mu yang manakah yang kamu dustakan" (Q.S Ar-Rahman :13)

Saat muslimah mulai jatuh cinta

Cerita Epa Pariyanti, Pertukaran Mahasiswa Merdeka, Angkatan 1

  BERTUKAR SEMENTARA BERMAKNA SELAMANYA (Doc. acara pelepasan mahasiswa PMM dengan menggunakan baju adat daerah m...