Kamis, 16 Juli 2020
Ruang Sendiri
Terkadang kita butuh sendirian.
Untuk merenungkan apa yang telah kita lakukan.
Sudah seberapa banyak hal-hal kebaikan yang terlewatkan.
Sudah berapa banyak waktu yang terbuang sia-sia.
Kita butuh ruang,
untuk memikirkan hal-hal yang akan kita lakukan setelah ini. Di mana saat ini, di detik yang penuh dengan kebimbangan dan kegelisahan ini. Akankah berujung pada kebahagiaan atau kesengsaraan.
Di detik yang singkat ini, rehatkan sejenah fikiran pada keinginan yang mengusik hati. Kegundahan yang kian menyelubungi sanubari. Ketidakpastian yang mengusik ketenangan.
Kita butuh jeda dari segala aktivitas duniawi, untuk sejenak beranjak memahami diri.
Tak ada orang yang lebih tau akan diri kita. Kalau bukan kita sendiri.
Mencoba memahami diri, apa yang membuat diri ini begitu rela mengorbankan banyak waktu untuk beban yang bertubi-tubi. Dengan segala hal yang jelas-jelas telah mengelabuhi.
Saatnya luangkan waktu kita untuk merenung dan berfikir. Memberi ruang untuk diri, menikmati jeda yang tak berkepanjangan ini.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Saat muslimah mulai jatuh cinta
Cerita Epa Pariyanti, Pertukaran Mahasiswa Merdeka, Angkatan 1
BERTUKAR SEMENTARA BERMAKNA SELAMANYA (Doc. acara pelepasan mahasiswa PMM dengan menggunakan baju adat daerah m...
-
Siapapun pastinya ingin bahagia, baik tua maupun muda. Namun beberapa di antara kita sangat sulit untuk mencapai kebahagiaan. Sulitnya mera...
-
Sejarah tidak lahir dari tangan orang-orang yang malas. Sebab, goresan sejarah hanya dapat terukir dari tangan orang-orang yang member...
-
Untuk kesekian kalinya, bergelut dengan rasa sabar itu takkan ada habisnya. Ada yang bilang 'aku tuh udh terlalu sabar tau sama semua ...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar